Alapakguru: Surat Dinas "Kesalahan Tak Disengaja"

Surat Dinas "Kesalahan Tak Disengaja"

Ala Pak Guru | 9/21/2019 10:37:00 pm |

Bisa jadi menulis surat resmi itu pekerjaan mudah. Siapa pun yang sudah terbiasa menulis surat resmi tentu bukanlah hal yang rumit. Saking mudahnya hal sederhana pun bisa jadi lupa. Ujungnya jadi salah yang dimaklumi. 

Saya tergerak untuk mengudar hal-hal sederhana yang saya temukan di beberapa surat dinas. Mumpung belum menjadi kesalahan yang tidak disengaja secara terus menerus. Sehingga bisa menjadi contoh yang kurang tepat. 

Beberapa kesalahan yang saya temukan antara lain, adalah: (1) Penulisan "di" yang dirangkai atau "di" yang dipisah; (2) Kesalahan pemilihan kata, dan (3) Penulisan waktu pada surat undangan.

Entah karena ragu atau lupa menulis, saya masih menemukan penulisan "dilingkungan Pemerintah Kabupaten dan diatas. Keduanya kadang dirangkai kadang dipisah. Sepertinya penulis surat ragu-ragu. 

Baiklah. Agar lebih memudahkan membedakan penulisan "di" yang dirangkai dan "di" yang dipisah dapat memperhatikan contoh berikut.
Selanjutnya beberapa surat undangan dinas menuliskan kata besuk. Padahal yang dimaksud berdasarkan isi surat tersebut besok. Besuk artinya melakukan kunjungan untuk menjenguk orang sakit. Sedangkan besok artinya esok hari atau kelak. 

Kesalahan berikutnya penulisan waktu pada surat undangan. Misalnya waktu: pukul 13.00 - selesai. Acaranya menjadi tidak jelas kapan selesainya. Berilah batasan yang jelas acara sampai selesai. Misalnya waktu: pukul 13.00 s.d. 16.00 atau pukul 13.00 - 16.00.

Cermatilah contoh surat berikut!

Surat tersebut ditulis dengan bahasa yang baik dan benar serta struktur suratnya tertata dengan baik. 

Demikianlah udar rasa mengenai surat dinas. Semoga kita dapat lebih baik lagi dalam menulis surat-surat resmi berikutnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...