Alapakguru: January 2018

Dahsyatnya Ucapan dan Kata-Kata Apalagi Doa

Ala Pak Guru | 1/21/2018 01:54:00 pm |
Gambar Dila & Zam
Suatu hari, Ustadz Mustaqim kedatangan tamu yang tampak bersedih. Tamu tersebut mengatakan bahwa ibunya menjerit-jerit histeris lalu pingsan karena anggota keluarganya tertimpa musibah. Kemudian Ustadz Mustaqim lekas memberikan air putih yang telah dibacakan doa. Tamu tersebut mengucapkan terima kasih dan bergegas pulang untuk memberikan minuman tersebut kepada ibunya. Tak lama kemudian ibunya tersadar dan perlahan-lahan mulai membaik.

Peristiwa seperti itu sudah jamak di Desa Temayang. Ketika seseorang mengalami permasalahan atau pun musibah akan diberi minum air putih yang sudah diberikan doa-doa dari orang-orang yang dianggap alim. Apakah air yang diberikan doa oleh orang-orang alim tersebut berbeda dengan air lainnya? Bagaimana air yang diberikan doa-doa mempengaruhi kesadaran seseorang?

Dari US/M ke USBN, Apa yang Berubah?

Ala Pak Guru | 1/12/2018 09:05:00 am |
Gambar Anak-Anak Belajar
Teka-teki tentang ujian sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD) terjawab sudah. Baru-baru ini Kemdikbud memberitakan kebijakan baru tentang ujian sekolah jenjang sekolah dasar (SD) tahun 2018 melalui laman resminya (www.kemdikbud.go.id).  Kalau dicermati ada beberapa perubahan sehingga ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut meliputi perubahan istilah, pola pembuatan naskah, bentuk soal, dan kisi-kisinya.
Pada tahun lalu istilahnya US/M dan US, sedangkan tahun ini berganti USBN dan US. Mata pelajaran yang diujikan baik US/M mapun USBN tidak mengalami perubahan, tetap tiga mata pelajaran bukan delapan pelajaran sebagaimana yang beredar sebelumnya, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, sedangkan untuk US meliputi lima mata pelajaran yakni Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Keterampilan, dan Penjaskes dan Olahraga. 

Menanti Regulasi UASBN SD Tahun 2018 dengan Cerdas

Ala Pak Guru | 1/07/2018 05:08:00 pm |
UASBN SD Tahun 2018 membuat ketar-ketir berbagai pihak. Pasalnya hingga kini belum ada sosialisasi kepada sekolah-sekolah. Minimnya sosialialisasi ini telah diungkapkan jppn.com (29/12/17). Sebenarnya bukan hanya orang tua peserta didik, para guru juga merasakan hal yang sama, terlebih hingga kini regulasi terkait belum juga di sosialisasikan. Menurut informasi yang beredar luas di media sosial, UASBN tahun ini berbeda dengan tahun lalu dari tiga mata pelajaran menjadi delapan mata pelajaran.
Tiga mata pelajaran menjadi delapan inilah yang sementara ini menjadi bahan pembicaraan berbagai kalangan. Beberapa guru misalnya ada yang mengatakan tiga pelajaran saja persiapannya sudah memperbanyak jam pelajaran tambahan, terlebih lagi menjadi delapan mata pelajaran.

Dari Guru Biasa Menjadi Kepala Sekolah Luar Biasa

Ala Pak Guru | 1/03/2018 12:25:00 am |
Siapa sangka guru yang biasa-biasa saja kemudian menjadi kepala sekolah. Siapa sangka pula guru yang rajin dan memiliki keunggulan tidak mau jadi kepala sekolah. Bisa jadi kepala sekolah adalah panggilan jiwa. Bisa jadi pula kepala sekolah adalah sebuah keterpaksaan.
Banyak ditemui beberapa kepala sekolah yang awalnya tidak berminat menjadi kepala sekolah karena “dipaksa” atau “terpaksa” ia menjadi kepala sekolah. Tidak peduli kemampuan awalnya saat menjadi guru. Meskipun demikian rekam jejak saat menjadi guru tidak menjadi begitu penting, ketika tidak diiringi dengan tindakan nyata saat menjadi kepala sekolah. Bisa jadi pula saat menjadi guru biasa-biasa saja, setelah menjadi kepala sekolah memiliki banyak keberhasilan-keberhasilan di sekolahnya. Luar biasa bukan?

Bangga Jadi Orang Tua Jaman Now

Ala Pak Guru | 1/01/2018 12:17:00 pm |
Libur panjang tinggal beberapa jam dan akan segera berlalu. Para orang tua tentu banyak menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Sebagian besar para orang tua pastinya menikmati musim liburan ke tempat-tempat hiburan. Mungkin sebagian lagi lebih menikmati kebersamaan dengan keluarganya di rumah.
“Ok, tidak masalah, yang penting liburannya menyenangkan dan memberikan manfaat untuk semuanya.”
Biasanya setelah masuk sekolah, banyak guru yang memberikan tugas untuk anak didiknya untuk membuat tulisan dalam bentuk cerita. Kegiatan selama liburan menjadi tema yang paling umum digunakan oleh guru-guru. Bukan tanpa alasan jika guru-guru memberikan tugas untuk menulis. Selain untuk mengasah keterampilan menulis anak-anak, tugas menulis juga merupakan bagian dari gerakan literasi sekolah.
Menjadi orang tua sangatlah menyenangkan, terlebih menjadi bagian dari orang tua yang mampu memberikan bimbingan belajar kepada anak-anaknya sendiri. Salah satu cara yang dapat bapak/ibu lakukan adalah mengajaknya menulis yang menyenangkan.
“Bagaimana caranya? Sabar dulu bapak/ibu!”

Menjadi Guru Produktif, Siapa Takut?

Ala Pak Guru | 1/01/2018 12:35:00 am |
Gambar Guru 
Setiap akhir dan awal pergantian tahun banyak orang yang merayakan dengan suka cita, sebagian lagi merenungi hal-hal yang telah dilalui dengan cara berkontempelasi. Kemudian membuat harapan sebuah resolusi sebagai bentuk motivasi diri ke depan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...