Alapakguru: September 2019

Sekolahku Adiwiyata Co!

Ala Pak Guru | 9/24/2019 08:29:00 pm |

Saat ini, sebagian masyarakat pendidikan mungkin belum memahami secara detail adiwiyata. Sehingga banyak yang menyatakan bahwa sekolah adiwiyata adalah sekolah yang memiliki taman hijau dan indah saja.

Kurangnya informasi membuat banyak pihak segan untuk mengikuti program sekolah adiwiyata. Alasannya sekolah adiwiyata tentu membutuhkan banyak biaya serta membutuhkan banyak tenaga. Ada benarnya tapi bisa tidak lho, bergantung pada kreativitas sekolah.

Kreativitas merupakan puncak dari proses kognitif. Sekolah yang berisi orang-orang pilihan dalam hal ini insan pendidikan tentu tak mau diam. Terus bergerak secara dinamis mencari cara terbaik. Sekolah tidak mungkin bisa mewujudkan peserta didik yang kreatif, jika sekolah sendiri tidak kreatif. Maka dengan kreativitas sekolah adiwiyata akan dapat diwujudkan.

  • Dapatkah sekolahku mewujudkan sekolah adiwiyata dengan kreativitas?
  • Bagaimana cara sekolahku mewujudkan sekolah adiwiyata?
Secara etimologi adiwiyata berasal dari kata adi dan wiyata. Adi artinya unggul; besar, sedangkan wiyata pengajaran. Adiwiyata dapat diartikan pengajaran unggul. Sekolah Adiwiyata berarti sekolah yang memiliki pengajaran unggul.

Titik tolak pengajaran berasal dari kurikulum sekolah. Kurikulum berisi visi, misi, tujuan sekolah, serta garis besar pengajaran yang akan dicapai sekolah. Maka jika sekolah akan mewujudkan sekolah adiwiyata, kurikulum menjadi sumber untuk mencapainya. Selanjutnya pengejawantahannya melalui perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. 

Pengajaran atau pembelajaran tidak hanya melibatkan proses koginitif saja, tetapi melibatkan dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif serta afektif dan psikomotor. Pengajaran abad 21 meliputi berpikir kreatif dan inovatif, berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, komunikatif, dan kolaborasi.

Sekolah adiwiyata mengintegrasikan isu penting lingkungan hidup dan memberikan solusi melalui pengajaran dan penilaian yang otentik. Wujud dari pengajaran yang unggul adalah terbentuknya karakter yang peduli lingkungan, memiliki kecerdasan yang tinggi (mampu mencipta), memiliki keterampilan hingga mampu meciptakan lingkungan hidup yang nyaman, aman, dan keberlanjutan.

Sekolahku kini sepakat bersama kita bisa, kita bisa karena bersama. Sekolahku adalah miniatur dari masyarakat sosial. Masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda. Masing-masing adalah daya dukung yang akan mewujudkan sekolah adiwiyata. Maka semuanya akan mengeksplorasi daya dukung untuk menciptakan inovasi dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian dengan mengintegrasikan lingkungan.

Kita berhutang budi pada lingkungan yang telah memberikan kehidupan (O2) tanpa kita minta. Maka kita akan memberikan keberlanjutan untuk anak cucu kita. Yakin? Mari buktikan!

Akang Azam pada 24 September 2019

Surat Dinas "Kesalahan Tak Disengaja"

Ala Pak Guru | 9/21/2019 10:37:00 pm |

Bisa jadi menulis surat resmi itu pekerjaan mudah. Siapa pun yang sudah terbiasa menulis surat resmi tentu bukanlah hal yang rumit. Saking mudahnya hal sederhana pun bisa jadi lupa. Ujungnya jadi salah yang dimaklumi. 

Saya tergerak untuk mengudar hal-hal sederhana yang saya temukan di beberapa surat dinas. Mumpung belum menjadi kesalahan yang tidak disengaja secara terus menerus. Sehingga bisa menjadi contoh yang kurang tepat. 

Beberapa kesalahan yang saya temukan antara lain, adalah: (1) Penulisan "di" yang dirangkai atau "di" yang dipisah; (2) Kesalahan pemilihan kata, dan (3) Penulisan waktu pada surat undangan.

Entah karena ragu atau lupa menulis, saya masih menemukan penulisan "dilingkungan Pemerintah Kabupaten dan diatas. Keduanya kadang dirangkai kadang dipisah. Sepertinya penulis surat ragu-ragu. 

Baiklah. Agar lebih memudahkan membedakan penulisan "di" yang dirangkai dan "di" yang dipisah dapat memperhatikan contoh berikut.
Selanjutnya beberapa surat undangan dinas menuliskan kata besuk. Padahal yang dimaksud berdasarkan isi surat tersebut besok. Besuk artinya melakukan kunjungan untuk menjenguk orang sakit. Sedangkan besok artinya esok hari atau kelak. 

Kesalahan berikutnya penulisan waktu pada surat undangan. Misalnya waktu: pukul 13.00 - selesai. Acaranya menjadi tidak jelas kapan selesainya. Berilah batasan yang jelas acara sampai selesai. Misalnya waktu: pukul 13.00 s.d. 16.00 atau pukul 13.00 - 16.00.

Cermatilah contoh surat berikut!

Surat tersebut ditulis dengan bahasa yang baik dan benar serta struktur suratnya tertata dengan baik. 

Demikianlah udar rasa mengenai surat dinas. Semoga kita dapat lebih baik lagi dalam menulis surat-surat resmi berikutnya.

Perlu Kita (Guru) Tahu?

Ala Pak Guru | 9/16/2019 09:27:00 pm |
Ilustrasi Alapakguru
Sudah puluhan tahun menjadi guru, ya? Berarti sudah banyak pengalamannya dong. Boleh juga dibagi-bagi pengalamnnya supaya kita juga dapat ilmunya. Makin banyak dibagi tentu makin banyak yang dapat manfaatnya. 

Alapakguru boleh juga berbagi kan? Kadangkala ketika sudah di depan kelas suka lupa apa yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan. Apalagi terlanjur asyik menjelaskan. Perasaan jadi paling pintar di kelas. Kalau sudah seperti ini, peserta didik cukup mendengarkan saja. Sayangnya, tiap akhir pembelajaran, peserta didik yang benar-benar menguasai penjelasan tadi hanya itu-itu saja alias dapat dihitung dengan jari. 

Usut punya usut ternyata penyebabnya keasyikan menjelaskan. Percaya diri tinggi karena merasa paling pintar. Namun hasilnya kurang memuaskan. 

Sebenarnya apa saja yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan oleh guru. Menurut Yoki Ariyana (2019) ada hal-hal yang perlu dilakukan dan tidak perlu dilakukan guru antara lain: 
Perlu dilakukan Guru
  1. Memberikan penjelasan singkat
  2. Membiasakan memberikan jawaban atas pertanyaan peserta didik dengan pertanyaan yang mendorong peserta didik untuk berpikir
  3. Setiap satuan pembelajaran di awali dengan masalah di akhiri dengan rumusan pemecahan masalah
  4. Membawa para peserta didik pada realitas yang ada di masyarakat
  5. Mendorong para peserta didik untuk mengungkap pengetahuan yang telah dikuasai yang penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi saat ini
  6. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan permasalahan secara mandiri
  7. Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk merumuskan permasalahan
  8. Mendorong para peserta didik untuk melihat permasalahan dari berbagai aspek
  9. Memberikan kesempatan para peserta didik untuk menganalisis informasi dan data yang telah dimiliki
  10. Mendorong para peserta didik untuk mencari informasi dan data yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi
  11. Mendorong para peserta didik mengembangkan berbagai alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi
  12. Mendorong para peserta didik untuk mengevaluasi berbagai alternatif yang terbaik
  13. Mendorong peserta didik merumuskan solusi
  14. Mendorong peserta didik untuk menyusun mind mapping dari apa yang baru saja dipelajari
Tidak Perlu Dilakukan Guru
  1. Banyak menerangkan dengan panjang lebar
  2. Memberikan langsung masalah kepada peserta didik
  3. Banyak memberikan jawaban langsung pada apa yang ditanyakan
  4. Mengkritik apa yang peserta didik sampaikan, apakah jawaban atau pernyataan
  5. Memotong pembicaraan peserta didik
  6. Mengucapkan perkataan yang memiliki makna merendahkan, melecehkan, atau menghina peserta didik
  7. Menyimpulkan pendapat peserta didik

Nah, lho! Berarti yang telah alapakguru lakukan selama ini ada yang kurang pas. Kalau begitu, janji deh. Siap memperhatikan dengan selalu memperbaiki diri.

Daftar Pustaka
Ariyana, Yoki, Ari Pudjiastuti, Reisky Bestary, Zamroni. (2019). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Anak Kecanduan Gawai (HP) Apalah Obatnya?

Ala Pak Guru | 9/11/2019 07:19:00 pm |
Ilustrasi alapakguru

Sahabat alapakguru  di mana pun berada, bagaimana kabarnya? Selalu semangat dalam mengemban tugas mulia, menjaga dan mendidik putra-putrinya dengan penuh kebaikan. Meski berbagai tantangan selalu datang tanpa diduga sebelumnya, tetaplah semangat penuh asah, asih, dan asuh.

Saat ini sepertinya aneh jika anak-anak tidak mengenal gawai atau lebih dikenal smart phone. Orang tua banyak yang memberikan hadiah ulang tahun atau perayaan lainnya dengan gawai kepada anak-anaknya. Selain ingin mengenalkan teknologi, orang tua tak ingin anak-anaknya tertinggal dengan anak seusia lainnya yang lebih dulu kenal gawai.

Beberapa kejadian, orang tua memberikan gawai kepada anak-anak agar diam, tidak menangis, dan tidak bermain ke sana ke mari. Video dan aneka permainan menjadi pilihan yang mengasyikkan bagi anak-anak. Aneka permainan memberikan tantangan yang tiada habisnya. Hingga menjadi candu bagi mereka.

Ketika telah asyik pada gawai, anak-anak seperti lupa dunianya yang penuh keceriaan, lari-lari, berteman, bermain dengan anak-anak seusianya. Anak-anak berubah menjadi pemurung jika tidak ada waktu bermain gawai. Agresif dengan teman dan orang tua. Lupa tanggung jawab terhadap tugas-tugas sekolah.

Sahabat alapakguru, tetaplah tenang bersikap dan bertindaklah dengan cermat. Lakukanlah langkah berikut dengan kepala dingin. 

Pertama, berikanlah pengertian bahaya menggunakan gawai secara terus menerus. Misalnya dapat merusak mata, wajah menjadi kusut, kurang istirahat, dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain karena kurang gerak.

Kedua, berikan contoh video anak yang kecanduan gawai, mintalah anak memberikan penilaian.

Ketiga, berikan vidio pembanding anak-anak yang menggunakan gawai seperlunya saja. Mintalah anak menilai kedua video tersebut.

Keempat, ajaklah anak berdiskusi kegiatan-kegiatan positif yang dapat dilakukan pada waktu senggang.

Kelima, ajaklah anak membuat kesepakatan bersama mengatur waktu bermain dan memanfaatkan waktu senggang dengan positif. 

Gawai tetap dapat digunakan selagi bijaksana dengan mengontrol waktu yang tepat, bermain, belajar, dan bersosialisasi. Sehingga anak-anak kelak tumbuh menjadi generasi Z yang bertanggung jawab dan cerdas.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...