Alapakguru: Puisi
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Puisi Kalarindu Pagi

Ala Pak Guru | 11/07/2019 03:29:00 pm |

Ilustrasi Alapakguru bersama Afkar
Kutulis puisi kala malam kian larut dan
Hendak meninggalkan keheningannya
Perlahan menyelusup keramaian
Aku menyelipkan namamu dalam doa

Barangkali kamu ingin dengar syair-syair nyanyian
Berenang di kilauan cahaya matahari
Menyentuh roman muka dan memeluk
Tubuh pagi yang diam merindu

Aku hanya melihat bibirmu yang terdiam
Tapi matamu telah menuliskan sepenggal sajak doa dan rindu
Yang  pernah kita genggam di pertemuan doa
Aku padamu

Kala bertemu gundah yang menyatu
Awan putih bak mozaik kisah-kisah yang mengangkasa
Terbang bersama angin musim bulan November
Entah berapa kali menunggu dinginnya hujan dan seminya bunga di taman

Kini puisi telah menggumpal di dalam darah
Menjelma napas, menggengam harap
Kita duduk berdua menuliskan kisah
Hingga angin musim melewati batas waktu

Brengengeng

Ala Pak Guru | 5/25/2019 09:32:00 pm |

Brengengeng
Pucuk-pucuk kangen
Suara binggunah terdengar idhar
Mestinya bayangan
Tampaknya gambaran

Hujan Rindu

Ala Pak Guru | 5/12/2019 06:17:00 am |
Ilustrasi dari http://www.islam.co

Rasanya tak mungkin sepagi ini menanyakan kabarmu

Hari masih terlalu pagi

Meski rindu tak mau peduli

Aku pejamkan mata untuk melepaskan

Namun merdu suara menembus telinga berrukuk-rukuk

Surah Arrahman yang terdengar berulang-ulang

Menggenangkan kembali akan kenangan pada hujan pagi

Ketika ibu menembus hujan berjalan ke pasar pinggiran

Ayah yang menyiapkan perapian untuk menunda nyanyian di rongga perut

Untuk menabur benih kesalehanmu

Kini keduanya tumbuh dalam budi dharmamu

Akarnya melesap jauh ke rongga dadamu

Dan, aku melukis keindahanmu dalam senyuman

Akang Azam Mei 2019

Anak Rantau

Ala Pak Guru | 4/03/2019 02:36:00 pm |

Anak Rantau

Ara,

Tubuhku di perantauan

Tapi batinku di kampung halaman

Jasadku bersamaku

Tapi hatimu bersamamu

Ara,

Pada saatnya nanti

Kan kembali

abadi

Semesta Rindu

Ala Pak Guru | 3/31/2019 07:06:00 pm |

Semesta Rindu

Jarak memberi rindu

Waktu yang mengingatnya

Dalam semesta engkau dan aku

Doa menyatukan keduanya

Jejakmu

Ala Pak Guru | 3/30/2019 06:07:00 pm |

Hujan Pelangi

Ala Pak Guru | 3/29/2019 12:41:00 pm |

Ning

Ala Pak Guru | 3/22/2019 11:43:00 pm |

Selimut Pagi

Ala Pak Guru | 3/14/2019 06:31:00 am |

Ara

Ala Pak Guru | 3/10/2019 03:02:00 pm |

Pelangi

Ala Pak Guru | 3/06/2019 06:03:00 pm |

Surya di Hati

Ala Pak Guru | 8/19/2018 03:44:00 pm |

Dispersia Doa

Ala Pak Guru | 8/05/2018 12:13:00 pm |

Mereka Yang Cemburu Padamu

Ala Pak Guru | 6/01/2018 09:44:00 pm | Be the first to comment!
Hari ini hari di mana engkau diberi nama
Lahir dari ibu pertiwi yang susah payah 
Hadir dan tumbuh dari bapak-bapak bangsa
Keanggunanmu memenuhi harapan bangsa
Tak ada bahasa lain untuk menggambarkan celamu
Beberapa saja yang belum mampu memahamimu
Mereka hanya cemburu dan entah apa yang dipikirnya hingga logikanya keliru
Biarlah waktu yang menyadarkan hati dan pikirannya
Mereka yang cemburu
Mereka yang belum mampu dan
Mereka yang logikanya keliru
Jumat yang penuh haru ini
Mengingatkan bahwa engkau ada untuk mereka
Yang mencinta
Yang merindu dan 
Yang hatinya masih penuh api cemburu

Aku Masih Merindu

Ala Pak Guru | 3/22/2018 08:26:00 am | Be the first to comment!
Foto http://coretandalamnurani.blogspot.co.id/
Aku masih merindu menunggu datangnya
Sua atau mencipta senja bersama
Melukis indahnya cumullus yang merona
Di bawah cakrawala

Aku masih merindu duduk berdua
Di bawah jendela kaca menyapa senja
Bercanda dan cerita tentang dia
Dia yang telah menjadi cahaya

Aku masih merindu
Meski jelaga menggelung sukma
Bayangan itu tak pernah sirna
Waktu pun beranjak lalu

Aku masih merindu
Bidadari kecil mencari cahaya ke kolong langit jiwa
Rona itu terlihat dari jendela
Lalu berkata rindu juga padanya yang telah menjadi cahaya di sana

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...