Alapakguru: February 2019

Berani Mengambli Resiko atau Memilih PW

Ala Pak Guru | 2/01/2019 10:20:00 am |
Mereka yang tidak berani mengambil resiko berada di jalan menuju kegagalan (Mark Zuckerberg)
LCC MIPA Bojonegoro Tahun 2019
Perlombaan Cerdas Cermat Matematika dan IPA yang dihelat Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro berkerjasama dengan Exxon Mobil dan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro berlangsung sangat meriah, menyenangkan, dan menantang. Semua peserta lomba membawa suporter dengan menyanyikan yel-yel energetik dan penuh motivasi. Bagi peserta yang gemar berswafoto berkesempatan mengikuti lomba photobooth kreatif dan populer. Beberapa sesi dalam cerdas cermat memberikan tantangan-tantangan besar bagi peserta. Selain soal HOTS juga mengandung pengetahuan tentang minyak bumi. Sehingga kegiatan ini selain menghibur, menambah pengetahuan dan mengajarkan sikap percaya diri, bekerja sama tim serta berani mengambil resiko.  

Cerdas cermat terdiri dari 3 sesi. Sesi pertama adalah soal wajib. Masing-masing peserta mendapaatkan modal skor 500.  Semua peserta mendapat 5 pertanyaan untuk dijawab. Peserta yang menjawab benar mendapatkan skor 100 sedangkan yang salah tidak dikurangi nilainya. Sesi kedua soal adu cepat. Peserta yang paling cepat menjawab pertanyaan dengan benar mendapat skor 100, jika salah dikurangi 100. Sesi ketiga adalah sesi yang paling menantang. Skor yang diperoleh pada sesi pertama dan kedua dapat digunakan untuk adu nyali, adu pengetahuan, dan adu keberanian mengambil resiko. Pada sesi ketiga ini sangat diperlukan kerjasama tim, kecermatan, dan kepercayaan diri.  

Pada tahap semi final yang telah berlangsung selama tiga hari menunjukkan banyak peserta yang memiliki keberanian mengambil resiko melangkah maju ke babak final. Meskipun juga ada peserta yang berani mengambil resiko namun gagal maju ke babak final. Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Salah satunya kurang cermat menjawab pertanyaan dan terlambat mengambil resiko. Misalnya beberapa peserta baru memiliki keberanian adu nyali dengan skor tinggi bahkan semuanya dipertaruhkan pada pertanyaan terakhir.  

Contoh nyata dalam kehidupan terlebih dunia bisnis. Sebut saja perusahaan telepon seluler "Nokia" yang memilih sikap aman tanpa mau mengambil resiko dengan perubahan. Alhasil ketinggalan jauh dengan perusahaan sejenis lainnya yang selalu mengambil peluang dan berani mengambil resiko. 

Pada zaman sekarang berani mengambil resiko adalah bagian langkah penting untuk sebuah kemajuan. Kemajuan didapat manakala ada penciptaan dari ide-ide yang ada. Sehingga mustahil ada inovasi jika tidak ada keberanian mengambil resiko. 

Beberapa tips untuk mengambil resiko, antara lain:
  1. Fokus; tetaplah pada satu pemikiran untuk mengambil peluang, jangan biarkan obrolan-obrolan terjadi di otak. Perhatian penuh dapat membuat kadar kortisol dan andrenalin turun. 
  2. Berpikirlah irrasional; dengan memikirkan hal yang terburuk jika terjadi dengan mempersiapkan alternatif untuk bertahan.
  3. Ambil kesempatan untuk diri; pada akhirnya untuk sebuah kemajuan dan inovasi selalu ada resiko. Untuk itu ambillah kesempatan dengan membuat pilihan yang tepat jika hal buruk terjadi. 

Berani mengambil resiko atau  posisi wenak (zona nyaman) merupakan pilihan.  Bagi yang menginginkan perubahan besar dan kemajuan keberanian mengambil resiko adalah pilihan. Bagi yang menginginkan kenyamanan zona nyaman tidak akan bisa bertahan selamanya. Pada saatnya akan dipaksa mengambil resiko oleh keadaanya. Sebagaimana pertanyaan terakhir pada adu nyali. 


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...